Selamat datang dan selamat bergabung. Terima kasih telah mengunjungi blog kami. Semoga bermanfaat ..:

Sabtu, 16 Juni 2012

Keep Smiling.. :)

_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu_

Setiap derap langkah kaki kita, selalu diwarnai oleh keceriaan dan kesenduan. Hal yang sering dilalui itu di antaranya bernama masalah. Ya, masalah yang selalu menjadi tantangan untuk diselesaikan dengan bijak. Jika salah dalam penyikapannya, maka akan menjadi bumerang yang menyakitkan. Namun jika kita lihat dari kacamata lain, dengan adanya masalah, seorang anak manusia bisa bermetamorfosa menjadi sangat indah dan berkilau dengan pesona kemuslimannya. Mungkin kita sering melihat film-film yang selalu tayang di televisi, baik sinetron atau sejenisnya, maka akan terasa garing atau hambar ketika di dalamnya tidak ada permasalahan yang muncul. Tidak sedikit para penonton/pemirsa yang menjerit histeris karena terbawa permasalahan dalam film yang ditontonnya.

Dalam menjalani hidup yang sarat akan rintangan dan ujian ini, maka kita akan senantiasa terus dan terus dihempas oleh ujian yang membadai hingga rintangan dan ujian itu merasa bosan dengan kesabaran kita. Akan ada dua kemungkinan yang terjadi dalam diri kita, yaitu keputusasaan, atau keyakinan penuh akan adanya titik cahaya keberhasilan. Tinggal bagaimana kita memilih mana yang ingin kita lalui, apakah kita memilih untuk hidup dirundung keputusasaan yang menjebak kita dalam kotak kegagalan, ataukah hidup dengan optimis, semangat dan yakin akan ketentuan Allah  yang terus mengalir bagai air deras dan berjuang dengan penuh keikhlasan serta kesabaran dalam meraih kebahagiaan yang hakiki.

Kegagalan dalam setiap persoalan, adalah dinamika yang akan terus mengalir dalam derasnya keindahan hidup. Namun janganlah bersedih hati, karena Allah SWT senantiasa bersama orang-orang yang beriman innallaha ma’ana. Allah SWT senantiasa bersama orang-orang yang sabar. Innallaha ma’a shabiriin. Tanamkan dalam diri kita bahwa kegagalan itu hanyalah bagian kecil dari kesuksesan yang akan kita capai, sementara sikap keputusasaan akan menjadi suatu petaka yang amat besar dalam hidup kita.

Maka Ingatlah kabar gembira yang Allah berikan kepada kita dalam Al-Qur’an “maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Alinsyiroh: 5-6)

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Albaqarah: 286)

Dari itu, kemudian ada isyarat lain yang Allah beritahukan kepada kita dalam Al-Qur’an surat Al-Ashr Allah SWT bahwa “Demi waktu, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran” (QS. Al’asr:1-3).

Mari kita menatap dunia dengan sudut pandang yang lain agar kita bisa merasakan bahwa setiap detik kita selalu mengalami hal-hal terbaik dalam hidup ini. Di luar sana, tidak sedikit keadaan saudara-saudara kita yang selama hidupnya berada dalam kekurangan harta, kekurangan fisik, kebebasan yang diambil haknya, pendidikan yang kurang, dan lainnya. Keperihan hidup yang mungkin jauh lebih pahit dari apa yang tengah kita rasakan saat ini. Sebagai seorang muslim, maka kunci dari hidup ini adalah bersyukur. Baik dalam bentuk ucapan ataupun dalam bentuk aktivitas. Itulah sikap seorang muslim sejati yang selalu bersyukur dalam setiap kondisi. Bahagia ataupun sedih selalu dimaknai bahwa Allah sedang memberikan hadiah besar menuju syurgaNya kelak.


“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.Tapi jika kamu mengingkari nikmatKu maka pasti adzabKu sangat pedih”  
(QS. Ibrahim: 7)

Ingatlah sebuah kaidah hidup yang mengajarkan banyak hal kepada kita “semakin tinggi pohon, maka semakin besar pula angin yang menerpanya”. Maka, tersenyumlah dalam menghadapi setiap permasalahan dan ujian. Yakinlah akan hakikat dari keberadaan suatu masalah itu. Karena Allah sudah siapkan tempat yang indah untuk orang-orang yang sabar.  Tidak ada permasalahan yang buruk, namun yang ada hanyalah buruknya suatu penyikapan terhadap permasalahan itu sendiri. Wallahu’alam.
Penulis : : Nada Ash-Shubhi

Semangat berbagi :)

Al-Qudwah Charity
qudwah.charity@gmail.com
http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
0818 0798 6331 

Sabtu, 09 Juni 2012

Merenung Sejenak

_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu_

Janganlah mengkhawatirkan kekayaan Anda yang tersimpan di dalam brankas besi. Istana dan taman yang hijau tidak akan membawa apa pun, kecuali kekhawatiran, rasa takut dan putus harapan.

Jangan bersedih hati, karena diagnosa dokter dan obatnya tidak bisa membuat Anda berbahagia jika Anda telah menelan kesedihan yang masuk ke relung hati Anda, kemudian membiarkannya merusak emosi dan eksistensi Anda.

Jagan bersedih hati, Anda mempunyai kemampuan untuk memohon kepada Allah dan merendahkan diri Anda di muka pintu Raja segala Raja. Anda memiliki sepertiga malam terakhir untuk memohon kepada Allah dan merebahkan dahimu diatas tanah untuk bersujud.

Jangan bersedih hati; Allah telah menciptakan bumi dan segala isinya untuk Anda. Dialah yang menjadikan taman-taman tumbuh, menghiasinya dengan berbagai macam taaman dan bunga secara berpasang-pasangan. Dan, Dialah yang telah menjadikan pohon-pohon palem menjulang, bintang-bintang bersinar, hutan dan sungai--namun mengapa Anda masih tetap bersedih hati?

Jangan bersedih hati, Anda telah memimun air yang jernih, menghirup udara yang segar, berjalan dengan kedua kaki dalam keadaan yang sehat, segar bugar, dan tidur di malam hari dengan damai.

Jangan bersedih, seringlah memohon ampunan Allah karena Dia Maha Pengampun

"Maka aku katakan kepada mereka, "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membannyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun da mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai." (QS. Nuh:10-12)

Semangat berbagi .. :)
Email: qudwah.charity@gmail.com
FB: Al-qudwah Charity
Blog: http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
0818 0798 6331n

Jumat, 08 Juni 2012

Donatur Al-Qudwah Charity (Juni 2012)


_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan_

Assalamu'alaikum...
Sobat QC yang dirahmati Allah,,,
Berikut daftar investor (donatur) program beasiswa pendidikan Yayasan Islam Al-Qudwah per 8 Juni 2012. 

Segenap nama-nama donatur pelayanan pendidikan bersubsidi (SMP dan SMA Al-Qudwah).
Per 8 Juni 2012.

 No
 Nama
 Alamat
1
ZIS Indosat
Jakarta Pusat
2
Tri Joko Purwanto
Jakarta Timur
3
Sartika Sari
Depok
4
Agus Wijayakusumah
Depok
5
Nurhadi
Depok
6
BAZNAS
Jakarta
7
Hamba Allah
Depok
8
Ika Nurseha
Depok
9
Hertina Indriani
Bogor
10
Novi Andriani
Depok
11
Ibu Maya (klinik TMC Group)
Depok
12
Pak Yusuf Zakariya
Depok
13
Ine Suryani
Depok
14
Bunda Hazel Fidji
Depok
15
Ade Tien S
Jaksel
16
Kel. besar Anwar Tibe
Depok

Kami ucapkan Jazakumulloh khairan katsiir kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam investasi amal, deposito akhirat. Semoga Allah memberikan balasan dengan sebaik-baiknya balasan. Aamiin. Berharap penghuni langit dan makhluk bumi mengamini. :)


"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(Q.S. 2:274)

Wassalamu'alaikum....

SEmaNgat bERbaGi... :)
Yuk,,, berlomba-lomba dalam kebaikan....^^
   
Al-Qudwah Charity
qudwah.charity@gmail.com
http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
  0818 0798 6331

Rabu, 23 Mei 2012

Artikel QC: "Bayangkanlah"

_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu_


Penulis
Bapak Hidayaturrahman
(Dosen STAI Al-Qudwah) 

Ada satu kata yang patut dibayangkan. Hanya dibayangkan. Karena ia tak memungkinkan untuk dilihat apalagi diraba. Lalu renungkanlah kata itu di dasar samudera jiwa yang bening. Maknailah satu persatu setiap peristiwa  yang ditayangkan oleh kata itu. Lakukanlah dengan segenap penghayatan, hingga senar-senar jiwapun juga terlibat, bergetar  mengalunkan istighfar dan tasbih. Bahkan air matapun ikut serta kemudian ia deras menetes. Apakah kata itu? Kemudian tahukah apakah kata itu? Kata itu adalah kampung keabadian; hari kiamat. Itulah kata yang yang akan meracik hati jadi lembut, menyentuh hati jadi hidup. Menggerus kesombongan dan melahirkan ketawaduan. Menenggelamkan ketamakan dan kekikiran kemudian menerbitkan fajar kedermawanan dan kepedulian. 

Kata itu telah diulang-ulang oleh Allah di berbagai ayat dalam Al qura’an. Cobalah buka Al Qur’an juz ke 30, Juz ini terdiri dari 36 surat, dan ternyata surat yang berbicara tentang hari kiamat lebih dari 60% yaitu 22 surat. Allah menceritakan Hari kiamat dengan varian kata yang berbeda-beda; ada An-Nabaul ‘Adhim artinya berita yang agung, As-Shookhoh artinya suara yang memekakkan terlinga, At-Thoommah artinya malapetaka besar, Al Infitor dan Al- Insyiqo’ artinya langit yang terbelah, Yauma tublassaraair artinya hari disaat seluruh rahasia tersingkap, Al-Zalzalah artinya goncangan dahsyat. Dan masih banyak lagi ragam kata yang melukiskan dahsyatnya hari kiamat itu.

Cobalah buka layar hati ini, kemudian hadirkan perlahan-lahan tayangan kepanikan hari kiamat. Kepanikan yang kedahsyatannya melumpuhkan ingatan sang anak pada ibu bapaknya. Mematikan ingatan sang suami pada anak istrinya dan membutakan mata ingatan manusia pada saudaranya. Mereka lupa semuanya, tak terkecuali orang-orang yang dicintainya. Lumpuhnya ingatan mereka dikarenakan takut dan panik untuk mempertanggung jawabkan semua amal-amalnya. Karena kala itu balasan Allah; nikmat dan azabNya begitu jelas tergambar di pelopak  mata, sejelas matahari di puncak siang. Tak ada lagi yang tersembunyi dan ghoib. Mereka takut dan ngeri jangan-jangan azab menjadi balasannya lalu meremukkan tulang belulang. Muara dari kengerian dan ketakutan itulah yang menjelmakan kepanikan begitu dahsyat hingga melucuti semua ingatan mereka. Kepanikan semacam ini direkam oleh Allah dalam Al Qur’an pada surat Abasa ayat 33-42.

Atau hari kiamat yang menayangkan para durjana yang harus menelan pil pahit keputus asaan. Saat para durjana yang tangannya berlumuran bau anyer darah rakyat jelata. Mereka dibantai hingga tak bernyawa. Atau para maling-maling berdasi yang merampok duit negara. Atau para jajahan –jajahan hawa nafsu yang melahab habis tubuh wanita jalang nan nista. Mereka menjerit ketakutan penuh keputus asaan saat Azab Allah siap merobek-robek tubuhnya yang selalu berselimut kemaksiatan. Bahkan, saking putus asanya mereka menjerit ingin  kembali kedunia dan ingin menjadi tanah dan tak ingin  menjadi manusia lagi. Itulah jeritan ketak berdayaan di depan ganasnya siksa akhirat,  seperti yang di abadikan Allah dalam surat An Naba’ ayat 40.  

Atau gemuruh goncangan hari kiamat yang menampar kesadaran setiap insan. Kesadaran untuk berbuat yang terbaik pada Allah baru tumbuh dan mekar kala hari kiamat menggelar keperkasaannya. Hari itu langit terbelah. Trilyunan bintang- gemintang rontok terkapar seketika. Laut membuncah dan tumpah menamatkan riwayat bumi. Seluruh penghuni kubur dibangkitkan dengan aneka ragam wajah, sebagai cermin hidup dari amalnya di dunia. Inilah peristiwa yang membuat setiap insan takluk dan mengakui kemaha Agungan Allah. Seperti tertutur dalam surat Al infitor ayat 1-5.   

 Jika seperti ini kejadiaannya, maka mucullah pertanyaan ini, “kenapa pemandangan akhirat yang tak terbayangkan itu ditayangkan oleh Allah saat kita masih di dunia?” Inilah rahasianya, teryata Allah hendak mengajari kita menjadi manusia besar visioner. Manusia yang memiliki talenta menghadirkan masa depan di masa kini. Piawai meracik dan merespon isyarat-isyarat zaman yang akan datang di masa kini. Mampu berfikir melampaui ruang dan usianya. Pikirannya menembus ruang dan waktu. Inilah potret manusia besar. Seperti sabda Rasulullah, “Orang cerdas itu adalah orang yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan nafsunya, agar produktif meracik bekal kesuksesan untuk (kampung keabadian; ahirat) setelah kematian”. Ya. Setiap aktivitas dunianya selalu dimaknai untuk kesuksesan ahirat. Jika ini menjadi spirit setiap insan, Subhanallah... alangkah eloknya hidup ini. Tak ada pemimpin kecuali adil dan kaya cinta. Tak ada pedagang kecuali jujur dan dermawan. Tak ada anak kecuali hormat dan berbakti pada orang tuanya dan tak ada orang tua kecuali menghadirkan cinta dan teladan terbaik untuk anak-anaknya. Semua itu tak dilakukan kecuali tumbuhnya harapan untuk bisa tersenyum di rumah keabadian; ahirat. Selalu terpahat di jiwanya, “Dunia adalah jembatan emas menuju  sukses ahirat”.

Kemudian, “kenapa Allah mengulang-ulang tayangan ahirat di banyak ayat dalam Al qur’an?” Perhatikanlah iklan politik yang ditayangkan berulang-ulang di telivisi. Satu keinginanya, agar masyarakat yakin akan kebaikan parpol itu kemudian memilihnya saat pemilu tiba. Walau terkadang iklan itu dibumbui kepalsuan dan kepura-puraan. Karena pengulangan itu akan membentuk memori tersendiri di long term memori manusia. Begitupun dengan ahirat yang pasti benar, ia diulang-ulang tayangannya  di layar televisi Al qur’an agar manusia memiliki dua keyakinan yang pasti. Pertama. Agar manusia meyakini bahwa ahirat itu penting dan signifikan pada kehidupan manusia. Ia akan menjadi telaga optimisme bagi mereka yang terdholimi. Karena disana ada keadilan hakiki.  Dan ia menjadi cambuk bagi sang durjana agar mengahiri kenistaan dan kedholimannya sebelum nyawa terlepas dari jasadnya. Karena disana ada azab yang mengerikan, sebagai konsekwensi logis dari ulahnya. Disini ahirat menghadirkan titik keseimbangan antara yang didholimi dengan yang mendholimi. Yang kedua. Agar manusia sadar dan mengetahui akan peta perjalan hidupnya yang pasti dilalui; ada stasiun alam rahim, ada stasiun alam dunia, ada stasiun alam kubur dan terahir stasiun alam ahirat. Maka setiap orang yang cerdas pasti mempersiapkan diri untuk perjalanan selanjutnya. Semoga kita semua di takdirkan dan dipilih oleh Allah menjadi hambanya yang cerdas, sehingga bekal menuju kampung kebadian tak tercecer. Amien. 
(Cong Day. Depok, 23/2/09 pukul 17.01 WIB)    

Semangat berbagi .. :)

Al-Qudwah Charity
qudwah.charity@gmail.com
http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
0818 0798 6331

Sabtu, 19 Mei 2012

Kata Bijak Akhir pekan .. :)

_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu_

Meskipun kerendahan hati bukanlah sesuatu yang dapat diraba, kita mengenalnya disaat kita menyaksikannya dan merasakannya disaat kita mendengarnya.

Kata-kata adalah ungkapan rasa terima kasih dan pujian yang dapat dikenang orang selama bertahun-tahun.

Semua jalan menuju sukses dipenggal-penggal oleh tempat rehat yang memikat dan disitulah kemalasan bahkan dapat menyebabkan impian berserakan dan terhenti.

Sejumlah orang membiarkan satu kali gagal menghancurkan impian mereka. Tetapi orang-orang yang sukses menggunakan kegagalan sebagai batu loncatan menuju sukses berikutnya.

Semangat berbagi di akhir pekan :) 
banyak cara dan banyak jalan tuk melakukan kebaikan...

Al-Qudwah Charity
qudwah.charity@gmail.com
http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
0818 0798 6331

Donatur Al-Qudwah Charity -Program Beasiswa Pendidikan (Mei 2012)

_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan_

Assalamu'alaikum...
Sobat QC yang dirahmati Allah,,,
Berikut daftar investor (donatur) program beasiswa pendidikan Yayasan Islam Al-Qudwah per 19 Mei 2012. 

Segenap nama-nama donatur pelayanan pendidikan bersubsidi (SMP dan SMA Al-Qudwah).
Per 19 Mei 2012. 
 No
 Nama
 Alamat
1
ZIS Indosat
Jakarta Pusat
2
Tri Joko Purwanto
Jakarta Timur
3
Sartika Sari
Depok
4
Agus Wijayakusumah
Depok
5
Nurhadi
Depok
6
BAZNAS
Jakarta
7
Hamba Allah
Depok
8
Ika Nurseha
Depok
9
Hertina Indriani
Bogor
10
Novi Andriani
Depok
11
Ibu Maya (klinik TMC Group)
Depok
Kami ucapkan Jazakumulloh khairan katsiir kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam investasi amal, deposito akhirat. Semoga Allah memberikan balasan dengan sebaik-baiknya balasan. Aamiin. Berharap penghuni langit dan makhluk bumi mengamini. :)


  "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(Q.S. 2:274)


  
 Wassalamu'alaikum....

SEmaNgat bERbaGi... :)
Yuk,,, berlomba-lomba dalam kebaikan....^^
   
Al-Qudwah Charity
qudwah.charity@gmail.com
http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
  0818 0798 6331

Sabtu, 05 Mei 2012

The Power of Giving ^^

_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu_

Sebuah cerita datang dari bapak kos yang telah mengikhlaskan anak kosnya yang tidak membayar uang kos selama dua bulan.

Puluhan tahun berselang, anak kos itu datang hendak melusai hutangnya yang sudah dilupakan oleh si bapak pemilik kos.

"Bah, saya datang hendak membayar utang saya", kata anak kos itu.
"Utang yang mana?" tanya bapak kos.
"Saya dulu nunggak dua bulan tidak membayar uang kos, Bah."
"Masya Allah, Abah sudah melupakan, bahkan sudah diikhlaskan."

Lalu anak kos itu memberikan uang dengan dikemas amplop. Sesaat setelah itu, ia pun berpamitan pulang karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Abah kos itu sangat tercengah karena setelah dibuka amplop itu berisi uang yang sangat banyak. Sepuluh kali lipat dari pembayaran yang seharusnya.

........ Benarlah adanya bahwasanya magnet rezeki adalah janji Allah SWT. Karena sesungguhnya Dia tak pernah ingkar janji..................


Semangat berbagi :)

*Dikutip dari kisah dalam buku "Meruahkan Rezeki Seruah-ruahnya" karya Muhammad Makhdlori.

Al-Qudwah Charity

Buku tamu

Al-Qudwah charity. Diberdayakan oleh Blogger.