Selamat datang dan selamat bergabung. Terima kasih telah mengunjungi blog kami. Semoga bermanfaat ..:

Kamis, 22 November 2012

Donatur QC (Periode November 2012) ^___^


_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan_

Assalamu'alaikum...
Sobat QC yang dirahmati Allah,,,
Berikut daftar investor (donatur) program beasiswa pendidikan Yayasan Islam Al-Qudwah per 22 November 2012. 

Segenap nama-nama donatur pelayanan pendidikan bersubsidi (SMP dan SMA Al-Qudwah).
Per 22 November 2012.
 No
 Nama
 Alamat
1
ZIS Indosat
Jakarta Pusat
2
Tri Joko Purwanto
Jakarta Timur
3
Sartika Sari
Depok
4
Agus Wijayakusumah
Depok
5
Nurhadi
Depok
6
BAZNAS
Jakarta
7
Hamba Allah
Depok
8
Ika Nurseha
Depok
9
Hertina Indriani
Bogor
10
Novi Andriani
Depok
11
Ibu Maya (klinik TMC Group)
Depok
12
Pak Yusuf Zakariya
Depok
13
Ine Suryani
Depok
14
Rusliana Damayanti
Depok
15
Ade Tien S
Jaksel
16
Keluarga besar Anwar Jibe
Depok
17
AR
Bintaro
18
Siti Hanifah
Tanggerang
19
Marwah
Depok
20
Rui
Depok
21
Dewi Wahidah
Depok
22
Amania
Depok
23
Yenni Oktaviani
Depok
 
Kami ucapkan Jazakumulloh khairan katsiir kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam investasi amal, deposito akhirat. Semoga Allah memberikan balasan dengan sebaik-baiknya balasan. Aamiin. Berharap penghuni langit dan makhluk bumi mengamini. :)

 
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(Q.S. 2:274)

  
 Wassalamu'alaikum....

SEmaNgat bERbaGi... :)
Yuk,,, berlomba-lomba dalam kebaikan....^^
   
Al-Qudwah Charity
qudwah.charity@gmail.com
http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
  0818 0798 6331

Keutamaan Bulan Muharram :)

 Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dalam Islam, antara bulan satu dan bulan lainnya mempunyai kekhususan tertentu. Apa saja keutamaan bulan Muharram? 

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw dan sahabatnya dari Makkah dan Madinah.

Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah.
Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta’ala berfirman yamg artimya: “Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram,” (QS. At Taubah: 36)

Kata Muharram artinya ‘dilarang’. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang, bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai rasa syukur atas pertolongan Allah.
 
Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda: Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi saw ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “ Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul saw berkata, “Aku lebih berhak mengikuti Musa as daripada mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa” (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.

Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan.
Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.

Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11.

Ketiga, puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para shabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).

Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram.

Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.

Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram. Wallohu alam bi shawwab.

sumber: http://www.salimah.or.id

Semangat berbagi di bulan Muharram.. :)

Al-Qudwah Charity

Kamis, 25 Oktober 2012

Selamat Hari Raya Idul Adha





Al-QUDWAH CHARITY mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA  :)






Keutamaan Puasa Arafah (9 Dzulhijah)

Ibadah tathawwu' (sunnah; yang dianjurkan) merupakan perkara yang akan menambah pahala, menggugurkan dosa-dosa, memperbanyak kebaikan, meninggikan derajat, dan menyempurnakan ibadah wajib.
Allah Ta'ala berfirman,
فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرُُ لَّهُ
Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lah yang lebih baik baginya.” (Qs. al-Baqarah: 184).

Demikian juga, hal itu merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, setelah melakukan kewajiban-kewajiban. Karena, mendekatkan diri kepada Allah itu dengan cara beribadah kepada-Nya dengan ibadah yang hukumnya wajib atau mustahab (yang disukai; sunnah). Mendekatkan diri kepada-Nya bukan dengan ibadah yang bid'ah tanpa bimbingan sunnah atau dengan kebodohan tanpa bimbingan ilmu. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits qudsi sebagai berikut,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sesungguhnya, Allah berfirman, 'Barangsiapa memusuhi wali-Ku [Wali Allah adalah orang yang beriman dan bertakwa-pen.], maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah (sunnah; tambahan; yang dianjurkan) sehingga Aku mencintainya.'” (HR. Bukhari, no. 6502)
.
Di dalam hadits di atas terdapat dalil, bahwa barangsiapa yang menghendaki dicintai oleh Allah, maka urusannya mudah baginya, jika Allah memudahkannya padanya. Yaitu dia melakukan kewajiban-kewajiban dan melakukan ibadah-ibadah tathawwu' (sunnah), dengan sebab itu, dia akan meraih kecintaan Allah dan walayah (perwalian) Allah.” (Al-Fawaid adz-Dzahabiyah Minal Arba'in Nawawiyah, hal. 143).

Kemudian, di antara amalan tathawwu' yang utama adalah puasa. Karena, puasa merupakan ibadah yang dapat mengekang nafsu dari keinginannya. Puasa juga akan mengeluarkan jiwa manusia dari keserupaan dengan binatang menuju keserupaan dengan malaikat. Karena orang yang berpuasa meninggalkan perkara yang paling lekat pada dirinya, yang berupa makanan, minuman, dan berhubungan dengan istrinya, karena mencari ridha Allah. Sehingga, itu merupakan ibadah dan ketaatan yang merupakan sifat malaikat. Sebaliknya, jika manusia mengumbar hawa nafsunya, maka dia lebih mendekati alam binatang.

Keutamaan Puasa Arafah

Di antara puasa tathawwu' yang paling utama adalah puasa Arafah. Yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada saat itu kaum muslimin yang melakukan ibadah haji berkumpul wukuf di padang Arafah.

Sebagian orang mendapatkan masalah ketika mendapati tanggal/kalender di negaranya berbeda dengan di Arab Saudi. Maksudnya, pada hari ketika jamaah haji sedang berkumpul di Arafah, yang hari itu adalah tanggal 9 Dzulhijjah di negara Arab Saudi, tetapi kalender di negaranya pada hari itu adalah tanggal 10 Dzulhijjah, umpamanya. Maka, apakah dia berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri, padahal di Arab Saudi masih tanggal 8 Dzulhijjah, dan para jamaah haji belum menuju Arafah. Atau dia berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri dan di Arab Saudi sudah tanggal 9 Dzulhijjah, dan para jamaah haji berkumpul di Arafah.

Dalam hal ini yang menjadi ukuran adalah wuquf di Arafah, bukan kalender di negaranya. Karena di dalam hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut dengan “puasa hari Arafah”, sehingga mestinya wuquf di Arafah itulah yang menjadi ukuran. Wallahu a'lam.

Keistimewaan Hari Arafah
Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ
Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, 'Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari 'Aisyah).

Olah karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.
Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, yang menjelaskan keutamaan puasa Arafah, yang disyariatkan oleh Ar-Rahman Yang Memiliki sifat rahmat yang luas dan disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat kepada seluruh alam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

Alangkah pemurahnya Allah Ta'ala. Puasa sehari menghapuskan dosa dua tahun! Kaum muslimin biasa berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, dan mereka sanggup melakukan. Maka, sesungguhnya berpuasa satu hari Arafah ini merupakan perkara yang mudah, bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala.

Barangsiapa membaca atau mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia ini pastilah hatinya tergerak untuk mengamalkan puasa tersebut. Karena, setiap manusia pasti menyadari bahwa dia tidak dapat lepas dari dosa.

Dosa Apa yang dihapus?
Apakah dosa-dosa yang dihapuskan itu meliputi semua dosa, dosa kecil dan dosa besar? Atau hanya dosa kecil saja? Dalam masalah ini para ulama berselisih.
Sebagian ulama, termasuk Ibnu Hazm rahimahullah, berpendapat sebagaimana zhahir hadits. Bahwa semua dosa terhapuskan, baik dosa besar, atau dosa kecil.


Pendapat jumhur ini di dukung dengan berbagai alasan, antara lain:
Allah telah memerintahkan tobat, sehingga hukumnya adalah wajib. Jika dosa-dosa besar terhapus dengan semata-mata amal-amal shalih, berarti taubat tidak dibutuhkan, maka ini merupakan kebatilan secara ijma'.
Nash-nash dari hadits lain yang men-taqyid (mengikat; mensyaratkan) dijauhinya dosa-dosa besar untuk penghapusan dosa dengan amal shalih.

Dosa-dosa besar tidak terhapus kecuali dengan bertobat darinya atau hukuman pada dosa tersebut. Baik hukuman itu ditentukan oleh syariat, yang berupa hudud dan ta'zir atau hukuman dengan takdir Allah, yang berupa musibah, penyakit, dan lainnya.

jhjkjhjknbvb. Penuliahttp://pengusahamuslim.com/keutamaan-puasa-arafahhttp://pengusahamuslim.com/keutamaan-puasa-araf
Puasa Arafah untuk Selain yang Berada di Arafah
Kemudian, bahwa disunnahkannya puasa Arafah ini berlaku bagi kaum muslimin yang tidak wuquf di Arafah. Adapun bagi kaum muslimin yang wuquf di Arafah, maka tidak berpuasa, sebagaimana hadits di bawah ini,
عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ
“Dari Ummul Fadhl binti al-Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, 'Beliau berpuasa.' Sebagian lainnya mengatakan, 'Beliau tidak berpuasa.' Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari, no. 1988; Muslim, no. 1123).

Setelah kita mengetahui keutamaan puasa hari Arafah ini, maka yang tersisa adalah pengamalannya. Karena setiap manusia nanti akan ditanya tentang ilmunya, apa yang telah dia amalkan. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita untuk berada di atas jalan yang lurus. Amin.









Minggu, 21 Oktober 2012

Donatur AL-Qudwah Charity (25 Oktober 2012)


_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan_

Assalamu'alaikum...
Sobat QC yang dirahmati Allah,,,
Berikut daftar investor (donatur) program beasiswa pendidikan Yayasan Islam Al-Qudwah per 25 Oktober 2012. 

Segenap nama-nama donatur pelayanan pendidikan bersubsidi (SMP dan SMA Al-Qudwah).
Per 25 Oktober 2012. 
 No
 Nama
 Alamat
1
ZIS Indosat
Jakarta Pusat
2
Tri Joko Purwanto
Jakarta Timur
3
Sartika Sari
Depok
4
Agus Wijayakusumah
Depok
5
Nurhadi
Depok
6
BAZNAS
Jakarta
7
Hamba Allah
Depok
8
Ika Nurseha
Depok
9
Hertina Indriani
Bogor
10
Novi Andriani
Depok
11
Ibu Maya (klinik TMC Group)
Depok
12
Pak Yusuf Zakariya
Depok
13
Ine Suryani
Depok
14
Rusliana Damayanti
Depok
15
Ade Tien S
Jaksel
16
Keluarga besar Anwar Jibe
Depok
17
AR
Bintaro
18
Siti Hanifah
Tanggerang
19
Marwah
Depok
20
Rui
Depok
21
22
Dewi Wahidah
Yenni Oktaviani
Depok
Depok
23
Amania
Depok

Kami ucapkan Jazakumulloh khairan katsiir kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam investasi amal, deposito akhirat. Semoga Allah memberikan balasan dengan sebaik-baiknya balasan. Aamiin. Berharap penghuni langit dan makhluk bumi mengamini. :)
  
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(Q.S. 2:274)

 Wassalamu'alaikum....

SEmaNgat bERbaGi... :)
Yuk,,, berlomba-lomba dalam kebaikan....^^
   
Al-Qudwah Charity
qudwah.charity@gmail.com
http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
  0818 0798 6331


Kamis, 20 September 2012

Ketika Anda Menciptakan Keajaiban

_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu_

Semangat paggiii...

Inilah janji Yang Maha Kuasa:
"Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa denga sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tia-tiap tangkai itu berisi seratus biji. Dan allah melipatgandakan (balasan) bagi sesiapa yang dikehndaki-Nya." (QS. Al-Baqarah:261)


Dan inilah pesan Nabi:
- "Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah"
- "Obatilah penyakitmu dengan sedekah"
- "Perbanyaklah sedekah, sebab sedekah dapat memanjangkan umur".
- "Bersegeralah sedekah, sebab bala tidak pernah mendahului sedekah".

Khalifah Ali juga menasehati:
"Pancinglah rezeki dengan sedekah"

Mengacu pada berbagai dalil diatas dan dalil lainnya, maka inilah mafaat-manfaat sedekah:
1. Melipatgandakan rezeki
2. Memudahkan urusan
3. Memudahkan jodoh
4. Memudahkan keturunan
5. Memelihara kesehatan
6. Memanjangkan umur
7. Menolak bala


Kalau bukan keajaiban, lantas itu semua apa namanya?...
Karena KEAJAIBAN justru datang memberikan kejutan bagi yang PERCAYA.
Sebening prasangka hari ini...
Di kamis penuh optimis.. :)

Semangat berbagi.. :)

** Sumber tulisan diambil dari buku "7 Keajaiban Rezeki", Ippho Right Santosa.

Kamis, 06 September 2012

Donatur Al-Qudwah Charity (September 2012)

_Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan_


Assalamu'alaikum...
Sobat QC yang dirahmati Allah,,,
Berikut daftar investor (donatur) program beasiswa pendidikan Yayasan Islam Al-Qudwah per 6 September 2012. 

Segenap nama-nama donatur pelayanan pendidikan bersubsidi (SMP dan SMA Al-Qudwah).
Per 6 September 2012. 
 No
 Nama
 Alamat
1
ZIS Indosat
Jakarta Pusat
2
Tri Joko Purwanto
Jakarta Timur
3
Sartika Sari
Depok
4
Agus Wijayakusumah
Depok
5
Nurhadi
Depok
6
BAZNAS
Jakarta
7
Hamba Allah
Depok
8
Ika Nurseha
Depok
9
Hertina Indriani
Bogor
10
Novi Andriani
Depok
11
Ibu Maya (klinik TMC Group)
Depok
12
Pak Yusuf Zakariya
Depok
13
Ine Suryani
Depok
14
Rusliana Damayanti
Depok
15
Ade Tien S
Jaksel
16
Keluarga besar Anwar Jibe
Depok
17
AR
Bintaro
18
Siti Hanifah
Tanggerang
19
Marwah
Depok
20
Rui
Depok
21
Dewi Wahidah
Depok
22
Yenni Oktaviani
Depok

Kami ucapkan Jazakumulloh khairan katsiir kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam investasi amal, deposito akhirat. Semoga Allah memberikan balasan dengan sebaik-baiknya balasan. Aamiin. Berharap penghuni langit dan makhluk bumi mengamini. :)
  
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(Q.S. 2:274)

 Wassalamu'alaikum....

SEmaNgat bERbaGi... :)
Yuk,,, berlomba-lomba dalam kebaikan....^^
   
Al-Qudwah Charity
qudwah.charity@gmail.com
http://www.alqudwah-charity.blogspot.com
  0818 0798 6331

Buku tamu

Al-Qudwah charity. Diberdayakan oleh Blogger.